RSS
 

what if

25 Jul

What if there was no light.
Nothing wrong, nothing right.
What if there was no time?
And no reason or rhyme?
What if you should decide
That you don’t want me there by your side.
That you don’t want me there in your life.

What if I got it wrong?
And no poem or song..
Could put right what I got wrong,
Or make you feel I belong
What if you should decide
That you don’t want me there by your side
That you don’t want me there in your life.

Every step that you take
Could be your biggest mistake
It could bend or it could break
But that’s the risk that you take
What if you should decide
That you don’t want me there in your life.
That you don’t want me there by your side.

Oooooh, that’s right
Let’s take a breath jump over the side.
Oooooh, that’s right
How can you know it when you don’t even try?
Oooooh, that’s right

coldplay, what if (2005)

 
 

leaflet wongsorejo

18 Jun

ini leafletnya wongsorejo… resto nya pak umam yang dulu bernama mbah wongso. setelah pecah kongsi dari pak antok, pak umam bikin sendiri dengan nama wongsorejo, gitu coy…

Blogged with the Flock Browser
 
 

pengen mulih

09 Jun

wes lungo tekan adoh… kangen omah… mulih2…

Blogged with the Flock Browser
 
 

what the h*ll with u guys???

02 Jun

kepada kalian yang ideologinya terkalahkan dengan uang… bulls**t kalian semua!!!

saksikanlah kami (aku dan teman-temanku) dengan ideologi ini akan bertahan, dan melampaui kalian!!! Insya Allah.

Allahu Akbar!!!

 

bukan seminar motivasi

18 May

seminare pak rivki
manteb abisss

present by: pesantren entrepreneur

 
 

bombing again

18 May

 
 

Miscom lagi

30 Mar

Suatu sore di gunung sempu, disertai hujan rintik-rintik

Y : lah, kepriye je?? Wes adoh2 tekan gone kok ra sisan? Kalian menyia-nyiakan waktu, asemik. (kata terakhir tidak sempat terucap ^_^)

Wex : Hoo… gitu ya, wah aku ga tau sama sekali. S juga ga bilang apa-apa sama aku.

Y : asem, (lagi2 belum sempat terucap) S ngomong opo ae?

Wex : yo ra ngomong opo2, wong besok kita ke sana lagi kok.

Y : ora ngono dab, men sesuk koe pas kesana itu sudah disiapkan, tinggal ambil

Wex : wah ha koe ra ngomong disik wingi…

Y : rasah perlu omong. Ta kira S wes ngerti.. emang sih aku belum pernah kerjasama ginian ama lu dan S. tapi aku tau setidaknya S udah berpengalaman dalam bidang ini ber tahun-tahun.

………

Hari berikutnya, di sleman barat, hujan rintik-rintik udah mulai reda,

Wex : mas dab, wingi kae ki kok awak dewe ra omong sisan to yo nek meh ngambil?

S : ora perlu, sesuk awak dewe mrono maning

Wex : jarene Y, wingi kudune sisan diomongi nek sesuk meh dijupuk, men disiapke, ngunu..

S : weh, Y ngomong gitu? Kapan dia ngomong gitu?

Wex : kemaren sore, trus aku bilang kita mau kesana lagi.

S : yo emang harusnya kita kesana lagi, gimana sih Y tu. Kita harus ngatur strategi juga gan, mestinya kita jalin hubungan baik dulu, hubungan emosional, ukhuwah, silaturahim itu penting… jangan langsung main tembak…

Wex : hmmm… gitu ya, berarti kita masih di dalam track kan? Takutnya kalo kita salah, kliatan kaya orang bodo gitu, bisa gagal deh.

S : dari pembicaraan awal kemarin kan kita jadi tahu kalo mereka punya basis masa yang banyak, ga bisa dong kita main todong kayak Y. dia tu belum pengalaman soalnya…

Wex : iya juga sih, kalo masalah pengalaman mungkin dia tau strategi todong itu dari temen-temenya… mereka juga udah main kaya ginian.

S : ya kan orang itu macem-macem, ada yang susah ada yang gampang, penanganannya juga beda-beda dong ga bisa kita samakan.

Wex : hmmm… harusnya kita sebelum itu komunikasi dulu dengan Y. kita jelasin langkah2 nya. Biar kompak, seirama gitu.

S : ta kirain Y udah tau langkah2 nya gan… coba tak sms dia…

Wex : jiahh.. ujung ujungnya kok semua bilang kirain udah tau…

S : nih dia udah bales, udah ta jelasin ke dia, trus dia bales, “saya manut aja Ustadz”

………

Thank God, U have sent me the best friends. I can’t handle this by myself. Without You of course.

 
 

second bomb

27 Mar

luffy save palestineluffy-save-palestine.jpg

 

We are a bomber, not a terrorist

27 Mar

asalamualaikum

 

Short cut

01 Mar

Satu hari senin lagi terlewati, setelah berusaha meng-efektifkan hidup. Ternyata susah juga, terlanjur terbiasa hidup dengan santai, atau bahkan bisa dibilang malas. Yah penyesuaian memang harus dilakukan. Rutinitas baru yang tidak terlalu baru bagiku. Komputer dan kampus. Tidak seperti teman wisudawan lain, kehidupan pasca-kampusku belum benar-benar usai. Aku masih “terjerat” dengan “kontrak-tanpa-bayaran” bersama “Pak Wh” yang sampai saat ini harus kujalani.

Berusaha profesional dalam bekerja, seharian berusaha menyelesaikan deadline kerjaan mb Eni. Beliau adalah dosen baru di THP. Akhirnya selesai juga, ambil print, ke toko, nemuin tamu lalu pulang. Masih harus ngecek di tempat pak zainal. Cape deh..

Malemnya ngaji Ust Faturahman Kamal di Jogokaryan. Temanya cukup menarik untuk menunda kantuk. Tema yang diangkat seputar bahaya JIL. Mungkin kalo versi anak Syuhada temanya berubah menjadi Jilbab Lebar (Jaringan Islam Liberalb meLebar) ^_^ haha. Setelah membeberkan fakta-fakta penyelewengan Alquran, tafsir sakarepe udele dewe, penghinaan terhadap Rasul, dll, beliau menjelaskan alasan yang sangat rasional mengapa bisa terjadi Jilbab Lebar. Seperti yang telah dijelaskan Allah SWT dalam surat Al Fatihah, “…bukan (jalan) mereka yang Kau murkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” Yang dimurkai => yahudi. Yang tersesat =>nasrani. Mereka (JIL) sebenarnya adalah yahudi berpenampilan islam, mereka sebenarnya tahu tentang kebenaran islam tetapi ditutupi oleh syahwat. Definisi syahwat disini adalah syahwat dalam arti yang luas. Nafsu kekuasaan, kekayaan, kebebasan, uang, maupun perempuan. Menurut data yang beliau paparkan, bisnis yang paling menguntungkan saat ini adalah bisnis teologi. Pendanaan untuk konspirasi penghancuran Islam sangat mudah diakses. Bahkan banyak kiai-kiai yang tidak seharusnya mengerti konsep “al wala’ wa al bara’” akhirnya mengingkari syahadatnya karena syahwat. Naudzubillah..

Harus diingat bahwa Dia lah yang pantas untuk kita sembah dan mintai pertolongan. Ikhtiar doa dan tawakkal, jangan hanya cari enaknya saja. Ada usaha ada hasil. Kalo mau cari pertamax ya kudu punya koneksi dewa. Jalan pintas tidak selamanya baik. Seorang sahabat pernah mengingatkanku, Jika kita kecil, susah, atau derita maka kreatiflah. Jalani hidup kita yang sekarang mungkin masih kecil, susah atau derita ini dengan ber-inovasi dan kreasi dengan tetap taat aturan. Salahkah kita ketika tidak memperhatikan “etika”, seperti ketika kita menemukan sebuah koper uang, kemudian kita berpetualang?

Enak aja lu.