Harapan itu masih ada
Wednesday, January 27, 2010 12:25Tak terasa tinggal 4 hari lagi batas akhir penyerahan draft. Selebihnya tidak akan dicantumkan dalam daftar wisuda bulan Februari. Tanpa rasa dosa sedikitpun Pak Wh, (nama disamarkan) meninggalkan anak bimbingannya sekedar untuk “berlibur”. Aku sangat ragu draft-ku yang ku serahkan seminggu sebelumnya sudah dikoreksi beliau.
kamis pagi (H-5). Hope 100% -> menghadap pembimbing keduaku. Alhamdulillah beliau meng-acc. Tinggal besok senen (H-1) di-acc pembimbing utama, Pak Wh.
Jumat pagi (H-4) Hope 90% -> hari itu libur tahun baru. Ada desas-desus Pak Wh pulangnya terlambat. Tapi belum ada bukti kuat mengarah kesana
Sabtu dan Ahad (H-3 dan H-2) Hope 90% -> no progress libur. Periksa ulang draft
Senin pagi (H-1) Hope 50% -> Pak Wh belum juga nongol. Masih menunggu.
Senin sore (H-1) Hope 10% -> kabarnya Pak Wh baru sampai jogja hari rabu (H+1) artinya telat acc = ga jadi wisuda Februari
Selasa pagi (H) Hopeless -> Pak Wh tidak bisa di hubungi karena dalam perjalanan
Selasa sore (H) Hope 75% -> Pak Wh bisa dihubungi dan langsung meng-acc via telepon. Alhamdulillah.
Rabu Pagi (H+1) Hope 100% -> (sangat tidak mungkin tanpa bantuan Allah)Pembimbing dan akademik jurusan mengizinkan untuk ikut ujian.
Begitulah kawan, ketika harapan itu lenyap, tiba2 kalau Dia memang berkehendak keadaan bisa berbalik 180 derajat. Dia yang telah mengatur segala skenario itu, tanpa cacat, tanpa ada error sedikitpun. Sering kita masih meragukan hal itu. Walaupun secara rasional hal itu tidak mungkin terjadi, jadilah, maka jadi. Semua yang tadinya impossible jadi very possible.
Jangan pernah berhenti berharap, bantuan Allah itu pasti datang ketika manusia benar-benar hanya berharap pada-Nya.




